Lini Belakang Harus Lebih Maksimal Membantu Serangan

Piala Presiden 2017 jadi panggung istimewa bagi skuat Pusamania Borneo FC (PBFC) II.

Sebab, mereka memiliki kesempatan lebih banyak untuk bersaing mengisi tempat utama.

Regulasi turnamen mewajibkan setiap tim memainkan tiga pemain U-23 menjadi starter dan bermain minimal 45 menit.

Dengan adanya aturan tersebut, jelas memberikan kabar gembira bagi pemain muda yang ada di setiap klub.

Setiap tim pun akhirnya memiliki sedikitnya lima pemain U-23. Mereka kemudian mencoba peruntungannya untuk bersaing mencuri tempat utama. Tidak semua bisa unjuk gigi lantaran harus menyesuaikan skema yang diberlakukan pelatih.

Di kubu PBFC II ada satu nama muda yang selalu dipasang sebagai starter, Rizky Syawaludin. Pemain asal Jakarta itu mengisi pos di sisi kanan pertahanan Pesut Etam.

Selalu mendapat tempat utama, pemain yang akrab disapa Bogel itu berhasil menjaga timnya dari kebobolan. Dua kali duel kontra Barito Putera (7/2) dan Bali United (13/2), Pesut Etam berhasil tampil clean sheet.

Sayang, performa apik di lini pertahanan kurang diimbangi di sektor depan. Meski sering membantu serangan, Bogel belum mampu memberikan umpan-umpan akurat yang bisa dikonversikan menjadi gol.

“Saya senang karena bisa dipercaya pelatih dan mampu menjalankan amanah di lini pertahanan dengan baik. Saya juga minta maaf karena masih lemah dalam membantu serangan,” tutur Bogel kepada Kaltim (Post Jawa Pos Group), Kamis.

Bogel menambahkan, masih ada waktu untuk memperbaiki performa. Namun, tampaknya posisi Bogel tergantikan lantaran bergabungnya Diego Michiels.

“Saya coba perbaiki di sesi latihan. Kalau soal siapa yang tampil nanti tentu urusan pelatih. Siapa saja pasti ingin memberikan yang terbaik,” imbuhnya.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : JPNN.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *